Semakin hari rasa sesal yang ada dalam dadaku semakin menjadi-jadi. Aku berharap dengan sangat semua hal ini dapat berubah. Aku berharap agar aku lenyap dari dunia ini.
Aku mengerti bahwa dia menyayangiku lebih dari apapun juga. Aku tahu dia berharap lebih terhadapku. Aku tahu dia tak hanya menganggapku sebagai teman baik saja. Dia mau lebih dari itu.
Segala gerak tubuh, ucapan, dan kata-katanya yang ditujukkan padaku mengisyaratkan bahwa aku menjadi salah satu bagian yang terindah dari hidupnya. Bahwa aku menjadi orang yang penting dalam hidupnya. Bahwa dia tak bisa melihatku sedih dan membiarkanku terpuruk.
Dan yang kuketahui sekarang adalah aku tak bisa membalas perasaannya. Aku menyayanginya, namun dalam cara yang berbeda. Aku mau berbagi dengannya, namun hati kecilku berkata bahwa aku hanya menganggapnya sebagai sahabat yang baik. Bukan sebagai seorang yang amat penting bagiku. Dia penting bagiku, namun tak bisa menjadi orang yang kucintai.
Berulang-kali. Yah berulang-kali aku mencoba meyakinkan apa yang kurasakan padanya. Aku selalu menegaskan padanya bahwa aku memiliki rasa sayang yang berbeda dengan yang dia rasakan. Namun dia selalu tetap dengan sabar menungguku, sampai nanti perasaanku mungkin bisa berubah untuknya.
Mungkin, yah mungkin. Sejujurnya aku pesimis dengan keoptimisan yang dia tunjukkan. Perasaan itu adalah sesuatu yang tak bisa dipaksakan. Perasaan cinta adalah sesuatu yang tumbuh alami tanpa ada paksaan.
Tapi yang kuketahui sekarang adalah aku saat ini tidak mencintai seseorang secara khusus. Tidak ada orang dari jenis kelamin yang berbeda denganku yang mebuatku merasakan apa yang disebut cinta. Dan karena hal ini jugalah aku semakin bingung untuk menghadapi dia. Dia rela mencurahkan waktu, tenaga, bahkan materinya untukku. Dia rela memberikan apa saja untuk membuatku bahagia. Dan memang aku bahagia karena kebedaan dia sebagai sahabat. Tapi semua itu menyiratkan bahwa dia mengharapkan sesuatu yang berbeda dari yang selama ini ada dalam pikiranku.
Akan mudah bagiku untuk bertindak kejam dan tegas padanya bila aku memang benar-benar mencintai seseorang dan betul-betul menganggap dia begitu berarti. Karena aku bisa menegaskan bahwa dia tidak mempunyai harapan sama sekali. Namun sekarang dengan posisi seperti ini, apa dayaku. Apa yang bisa kulakukan.
Aku sedikit berharap bisa membalas perasaannya agar rasa bersalahku dapat segera menghilang. Namun pada kenyataannya aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Tak mudah bagiku untuk mempermainkan perasaan orang lain.
Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?
Rein
Rabu, 15 Oktober 2008
Sabtu, 04 Oktober 2008
Aku Mencari Jawaban Atas Semua Keresahan Ini
Aku Mencari Jawaban Atas Semua Keresahan Ini
Tak pernah berhenti berjuang
Pecahkan teka-teki malam
Tak pernah berhenti berjuang
Pecahkan teka-teki keadilan…
Itu adalah sebuah cuplikan lagu dari sebuah soundtrack film dengan judul Gie. Lagu dan film yang menginspirasi gw. Dan membuat hidup gw menjadi lebih berarti.
Nih gw kasih lengkapnya…
sampaikan pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku kan menaklukan malam
dengan jalan pikiranku
aku mencari jalan atas semua
sampaikan kepada bapakku
keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia
re… taklah
malam yang dingin
reff :
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan
kau akan tahu siapa dirimu
berbagi waktu dengan alam
yang sebenarnya
hakikah manusia
reff II
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka - teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka - teki
kea… dil.. an, kea… dil.. an
akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
s’moga kutemukan jawaban
akan aku telusuri
jalan setapak ini
S’moga kutemukan jawaban
Akan aku telusuri
jalan setapak ini
S’moga kutemukan jawaban
akan aku telusuri
jalan setapak ini
S’moga kutemukan jawaban
Jawaban, jawaban ohh.. oh.. oh…
Tak pernah berhenti berjuang
Pecahkan teka-teki malam
Tak pernah berhenti berjuang
Pecahkan teka-teki keadilan…
Itu adalah sebuah cuplikan lagu dari sebuah soundtrack film dengan judul Gie. Lagu dan film yang menginspirasi gw. Dan membuat hidup gw menjadi lebih berarti.
Nih gw kasih lengkapnya…
sampaikan pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku kan menaklukan malam
dengan jalan pikiranku
aku mencari jalan atas semua
sampaikan kepada bapakku
keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia
re… taklah
malam yang dingin
reff :
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan
kau akan tahu siapa dirimu
berbagi waktu dengan alam
yang sebenarnya
hakikah manusia
reff II
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka - teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka - teki
kea… dil.. an, kea… dil.. an
akan aku telusuri
jalan yang setapak ini
s’moga kutemukan jawaban
akan aku telusuri
jalan setapak ini
S’moga kutemukan jawaban
Akan aku telusuri
jalan setapak ini
S’moga kutemukan jawaban
akan aku telusuri
jalan setapak ini
S’moga kutemukan jawaban
Jawaban, jawaban ohh.. oh.. oh…
Seberapa Jahatnyakah Seorang Manusia?
Pemikiran seperti ini kadang masih sering muncul dalam benak. Apalagi saat gw mengingat kembali seseorang yang pernah menjadi begitu spesial buat gw. Memang itu merupakan bagian dari masa lalu gw yang gak bisa gw lupain begitu saja. Tapi kadang hal ini membuat gw menilik kembali, apakah manusia dilahirkan untuk menjadi jahat atau tidak?
Menilik kembali? Seolah-olah kok gw udah mau mati sih???
Terlalu banyak merenung di waktu kosong kadang berdampak buruk yah… Seperti yang gw lakukan sebelum menulis ini. Jadinya malah punya pikiran yang jelek buat diri sendiri. Gw jarang loh berpikir buruk tentang orang lain. Tapi kalo soal diri sendiri, gw punya segudang pikiran buruk. Padahal apa yang dipikirkan orang tersebut akan membentuk kepribadiannya sendiri.
Okay, kembali ke point yang pertama. Jadi gw sedang berpikir bahwa gw itu orang yang jahat. Karena gw udah menyia-nyiakan perasaan seseorang yang begitu sayang sama gw, tapi gw gak bisa ngebales perasaan dia saat ini.
Jadi begini ceritanya, dulu saat gw masih kelas 1 SMP gw pernah ditembak seseorang sebut aja dia M. Nah, itu merupakan kali pertamanya gw pacaran (dan yang terakhir, karena sampe sekarang gw belum pacaran lagi). Dan hubungan indah itu berjalan untuk 3 bulan dan berakhir saat M minta putus karena dia bilang dia suka sama orang lain, dan dia bermaksud untuk tidak menduakan gw. Alasan yang bisa diterima tapi pada saat itu membuat gw sakit hati yang teramat sangat. Gw tahu dia bermaksud baik. Daripada dia nyakitin gw lebih lagi, emang yang terbaik adalah mutusin gw dan pacaran sama orang lain.
Tidak berapa lama setelah gw putus sama dia. Gw mendapat info dari temen-temen yang deket sama dia, kalo dia udah pacaran lagi sama adik kelas gw. Gw bisa terima, gw nyante-nyante aja. Karena gw berpikir itu adalah urusan pribadi dia dan gw gak perlu ikut campur karena gw hanyalah mantannya dia aja.
Seiring waktu berjalan, ternyata setelah itu dia putus dari adek kelas gw itu dan pacaran dengan beberapa orang lain. Dan hasilnya tetap sama putus-putus juga. Waktu gw kelas 3 pas hari ulang tahun gw yang ke-15 dia tiba-tiba ngasih hadiah ke gw. Padahal sebelumnya dia gak pernah ngasih apa-apa ke gw. Dan diiringi dengan sebuah kartu ucapan yang berisi permintaan maaf akan apa yang terjadi dulu.
Dan pada saat liburan dia sempat mengirimkan sebuah SMS yang berisi ajakan untuk kembali pacaran lagi dengannya. Saat itu gw menolak dengan alasan gw cukup nyaman dengan hubungan yang seperti sekarang. Bukan bermaksud untuk nyakitin dia tapi gw gak mau mengulang kesalahan yang sama seperti dulu.
Cukup lama berselang sampai kita kadang berhubungan kembali melalui SMS. Memang kadang semua serba canggung. Dan gw tahu dia masih berharap dengan sangat untuk pacaran lagi sama gw. Gw tahu dia masih sayang sama gw. Memang sewaktu SMA dia pernah mengulang kebodohan dia, yaitu pacaran lagi dengan orang lain dan berharap dengan cara seperti itu dia bisa ngelupain gw. Dan pada kenyataannya dia putus lagi untuk kesekian kalinya. Dan belakangan dia semakin gencar ngajak gw pergi bareng sama dia.
Awalnya gw juga agak enggan, tapi karena makin lama gw makin gak enak hati akhirnya gw sempet jalan juga sama dia ke Gading. Nah, semenjak itu dia makin gencar lagi dan makin sering SMS. Dan dia pun sempet nembak gw lagi waktu di Gading. Tapi gw tolak dengan alasan gw belum bisa menetapkan apakah gw suka sama dia atau gak. Dan dengan sabar dia tetep menunggu sampe gw bisa memutuskan hal itu.
Semua itu sempat menjadi beban buat gw. Karena gw gak mau ngecewain dia, gw gak mau nyakitin perasaan dia, gw gak mau hidup dia ancur cuma gara-gara gw. Gara-gara gw gak bisa ngebales perasaan dia. Mungkin pernyataan gw tadi terlalu sentimental, tapi emang begitulah yang ada di kepala gw.
Akhirnya berkat dukungan dari orang lain yang mau dengerin keluh kesah gw (thank buat seseorang berinisial E dari sekolah homogen yang berbeda dengan gw yang mau dengerin keluh-kesah gw yang kadang ngalor-ngidul). Gw berani jujur ke dia kalo pada saat ini gw gak bisa nerima perasaan dia karena gw bukannya gak menyukai dia tapi gw menganggap dia hanya sebatas teman (terlihat betapa jahatnya gw ke dia). Dan gw bersyukur dia mau ngetiin gw. Tapi di sisi lain dia tetap memeberikan perhatian yang lebih, lebih dari sekadar seorang teman.
Dia mau mengorbankan waktunya buat keluh kesah gw tentang sekolah gw yang isinya itu-itu lagi. Yah u know lah… Dan dia juga rela mengorbankan material (uang) untuk gw, atau untuk sekadar menghubungi gw dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa gw baik-baik aja. Dan itu membuat gw menyadari betapa jahatnya gw karena gak bisa memberikan lebih dari yang dia berikan ke gw. Yah emang secara material dia lebih berkecukupan. Tapi tetep aja gw merasa gw itu luar biasa jahatnya sama dia.
Dengan cara-caranya yang seperti itu gw kadang risih, dan seringkali gw menegaskan kembali perasaan gw yang sebenarnya. Tapi dia dengan keras kepala kembali berkata, “Gw ngeti, tapi kan itu cuma untuk saat ini. Kalo nanti lu jadi suka sama gw kan lain soalnya. Yah, gw akan terus nunggu lu sampai saat itu.”
Lihat!!! Bukan main perjuangan dia. Bahkan meski gw udah pesimis dengan perasaan gw sendiri. Dia masih optimis bahwa dia masih punya kesempatan di masa depan.
Gw menyadari betapa jahatnya gw sama dia. Karena dia masih begitu percaya kalo perasaan gw bisa berubah. Padahal gw sendiri gak tau apakah perasaan gw bisa berubah atau gak. Gw udah pesimis dengan diri gw sendiri…
… Hate to love….
… But love to hate her….
(petikan lirik dari lagu maroon5)
You tried your best for me
But I cannot give anything
Nor my love
Gw berpikir, bahwa saat ini gw gak punya orang yang gw sukai. Tapi mungkin pada kenyataannya (gw sendiri gak bisa pastiin perasaan gw) hati gw udah dibawa pergi oleh seseorang yang saat ini ada di Australia dan gak pernah lagi bisa gw hubungi sampe sekarang. Gw gak tau apakah dia akan pernah pulang ke Jakarta lagi atau gak. Dan secara gamblang pun gw gak tau perasaan gw ke dia yang sebenernya kayak gimana.
Mungkin ini posting gw yang paling sentimental….
Rein
Menilik kembali? Seolah-olah kok gw udah mau mati sih???
Terlalu banyak merenung di waktu kosong kadang berdampak buruk yah… Seperti yang gw lakukan sebelum menulis ini. Jadinya malah punya pikiran yang jelek buat diri sendiri. Gw jarang loh berpikir buruk tentang orang lain. Tapi kalo soal diri sendiri, gw punya segudang pikiran buruk. Padahal apa yang dipikirkan orang tersebut akan membentuk kepribadiannya sendiri.
Okay, kembali ke point yang pertama. Jadi gw sedang berpikir bahwa gw itu orang yang jahat. Karena gw udah menyia-nyiakan perasaan seseorang yang begitu sayang sama gw, tapi gw gak bisa ngebales perasaan dia saat ini.
Jadi begini ceritanya, dulu saat gw masih kelas 1 SMP gw pernah ditembak seseorang sebut aja dia M. Nah, itu merupakan kali pertamanya gw pacaran (dan yang terakhir, karena sampe sekarang gw belum pacaran lagi). Dan hubungan indah itu berjalan untuk 3 bulan dan berakhir saat M minta putus karena dia bilang dia suka sama orang lain, dan dia bermaksud untuk tidak menduakan gw. Alasan yang bisa diterima tapi pada saat itu membuat gw sakit hati yang teramat sangat. Gw tahu dia bermaksud baik. Daripada dia nyakitin gw lebih lagi, emang yang terbaik adalah mutusin gw dan pacaran sama orang lain.
Tidak berapa lama setelah gw putus sama dia. Gw mendapat info dari temen-temen yang deket sama dia, kalo dia udah pacaran lagi sama adik kelas gw. Gw bisa terima, gw nyante-nyante aja. Karena gw berpikir itu adalah urusan pribadi dia dan gw gak perlu ikut campur karena gw hanyalah mantannya dia aja.
Seiring waktu berjalan, ternyata setelah itu dia putus dari adek kelas gw itu dan pacaran dengan beberapa orang lain. Dan hasilnya tetap sama putus-putus juga. Waktu gw kelas 3 pas hari ulang tahun gw yang ke-15 dia tiba-tiba ngasih hadiah ke gw. Padahal sebelumnya dia gak pernah ngasih apa-apa ke gw. Dan diiringi dengan sebuah kartu ucapan yang berisi permintaan maaf akan apa yang terjadi dulu.
Dan pada saat liburan dia sempat mengirimkan sebuah SMS yang berisi ajakan untuk kembali pacaran lagi dengannya. Saat itu gw menolak dengan alasan gw cukup nyaman dengan hubungan yang seperti sekarang. Bukan bermaksud untuk nyakitin dia tapi gw gak mau mengulang kesalahan yang sama seperti dulu.
Cukup lama berselang sampai kita kadang berhubungan kembali melalui SMS. Memang kadang semua serba canggung. Dan gw tahu dia masih berharap dengan sangat untuk pacaran lagi sama gw. Gw tahu dia masih sayang sama gw. Memang sewaktu SMA dia pernah mengulang kebodohan dia, yaitu pacaran lagi dengan orang lain dan berharap dengan cara seperti itu dia bisa ngelupain gw. Dan pada kenyataannya dia putus lagi untuk kesekian kalinya. Dan belakangan dia semakin gencar ngajak gw pergi bareng sama dia.
Awalnya gw juga agak enggan, tapi karena makin lama gw makin gak enak hati akhirnya gw sempet jalan juga sama dia ke Gading. Nah, semenjak itu dia makin gencar lagi dan makin sering SMS. Dan dia pun sempet nembak gw lagi waktu di Gading. Tapi gw tolak dengan alasan gw belum bisa menetapkan apakah gw suka sama dia atau gak. Dan dengan sabar dia tetep menunggu sampe gw bisa memutuskan hal itu.
Semua itu sempat menjadi beban buat gw. Karena gw gak mau ngecewain dia, gw gak mau nyakitin perasaan dia, gw gak mau hidup dia ancur cuma gara-gara gw. Gara-gara gw gak bisa ngebales perasaan dia. Mungkin pernyataan gw tadi terlalu sentimental, tapi emang begitulah yang ada di kepala gw.
Akhirnya berkat dukungan dari orang lain yang mau dengerin keluh kesah gw (thank buat seseorang berinisial E dari sekolah homogen yang berbeda dengan gw yang mau dengerin keluh-kesah gw yang kadang ngalor-ngidul). Gw berani jujur ke dia kalo pada saat ini gw gak bisa nerima perasaan dia karena gw bukannya gak menyukai dia tapi gw menganggap dia hanya sebatas teman (terlihat betapa jahatnya gw ke dia). Dan gw bersyukur dia mau ngetiin gw. Tapi di sisi lain dia tetap memeberikan perhatian yang lebih, lebih dari sekadar seorang teman.
Dia mau mengorbankan waktunya buat keluh kesah gw tentang sekolah gw yang isinya itu-itu lagi. Yah u know lah… Dan dia juga rela mengorbankan material (uang) untuk gw, atau untuk sekadar menghubungi gw dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa gw baik-baik aja. Dan itu membuat gw menyadari betapa jahatnya gw karena gak bisa memberikan lebih dari yang dia berikan ke gw. Yah emang secara material dia lebih berkecukupan. Tapi tetep aja gw merasa gw itu luar biasa jahatnya sama dia.
Dengan cara-caranya yang seperti itu gw kadang risih, dan seringkali gw menegaskan kembali perasaan gw yang sebenarnya. Tapi dia dengan keras kepala kembali berkata, “Gw ngeti, tapi kan itu cuma untuk saat ini. Kalo nanti lu jadi suka sama gw kan lain soalnya. Yah, gw akan terus nunggu lu sampai saat itu.”
Lihat!!! Bukan main perjuangan dia. Bahkan meski gw udah pesimis dengan perasaan gw sendiri. Dia masih optimis bahwa dia masih punya kesempatan di masa depan.
Gw menyadari betapa jahatnya gw sama dia. Karena dia masih begitu percaya kalo perasaan gw bisa berubah. Padahal gw sendiri gak tau apakah perasaan gw bisa berubah atau gak. Gw udah pesimis dengan diri gw sendiri…
… Hate to love….
… But love to hate her….
(petikan lirik dari lagu maroon5)
You tried your best for me
But I cannot give anything
Nor my love
Gw berpikir, bahwa saat ini gw gak punya orang yang gw sukai. Tapi mungkin pada kenyataannya (gw sendiri gak bisa pastiin perasaan gw) hati gw udah dibawa pergi oleh seseorang yang saat ini ada di Australia dan gak pernah lagi bisa gw hubungi sampe sekarang. Gw gak tau apakah dia akan pernah pulang ke Jakarta lagi atau gak. Dan secara gamblang pun gw gak tau perasaan gw ke dia yang sebenernya kayak gimana.
Mungkin ini posting gw yang paling sentimental….
Rein
Apa maunya dunia ini sama gw???
Yah itu menjadi sebuah pikiran yang daritadi nyantol di kepala gw. Karena hari ini, lebih tepatnya dari saat gw baru bangun tidur, ortu gw udah ngajak rebut (bisa dibilang nyari masalah sama gw) dengan cara yang makin lama makin menyebalkan. Mereka sebenarnya tahu gw paling benci hal itu, tapi mereka tetap melakukan hal-hal tersebut. (yah pikir aja sendiri deh, gw males ngebahasnya)
Dan tadi dia ngebahas gender gw yang beda dengan kakak-kakak gw dan ngebandingin gw dengan mereka. Apa coba!!! Cuma bikin orang tambah emosi. Udah tahu gw kayak begini dan yang ngebuat gw begini adalah dia-dia juga. Sekarang dia malah banyak bacot….
Jangan pikir gw gak tahu kalo dulu ortu gw takut dengan sifat gw yang begini gw akan suka dengan sesame jenis. Gila yah!!! Pikiran dari mana tuh… Gw juga amit-amit dah…. Jijik gw!!!
Anjir banget yah… Orang tua yang gak bisa percaya sama anak. Bahkan kadang kuping gw panas saat ortu gw ngomongin tentang salah satu kakak gw yang emang punya temen yang agak bermasalah. Dan emang kakak gw yang satu ini juga ngerokok. Tapi kan bukan berarti dia juga rusak. Bahkan nyokap gw sempet ngomong, “Rein, mama takut kakak kamu ngeganja…”
Dia bilang ngeganja. Gw langsung jawab, “GAK MUNGKINLAH!!!”
Hebat yah… Emang dari luar keluarga gw adem ayem gak keliatan ada masalah, tapi dalemnya itu keluarga gw bobrok banget. Orang tua gw ngarepin sesuatu yang terlalu tinggi terhadap anak-anaknya. Bukan membahas dari segi ekonomi, tapi dari segi pergaulan dan moral.
C’mon, no bodies perfect…
Secara umum sebenernya gw sayang sama orang tua gw yang suka aneh dan bikin eneg…
Tapi kalo boleh jujur gw juga membenci orang tua gw…
Hate to love
And love to hate them
Jadi sebenernya gw juga gak ngerti apa yang sebenernya gw rasakan. Mungkin karena itulah gw gak bis mencintai orang sepenuh hati. Gw punya kecenderungan yang bisa dibilang menjaga jarak dengan orang-orang di sekitar gw. Bahkan gw pun melakukan hal ini juga kepada teman-teman terdekat gw. Gak ada dari mereka yang bener-bener tahu permasalahan gw secara total. Gak ada sama sekali. Dan emang gw pun punya kecenderungan untuk membatasi apa yang gw katakan. Jadi bisa dibilang gw introvert.
Tapi banyak yang bilang gw bukan introvert, tapi punya cara yang berbeda dengan orang lain. Yah gw gak tahulah yang mana yang bener.
Yang gw inginkan saat ini adalah orang yang bener-bener bisa terima gw apa adanya. Dan bukannya neken gw kayak orang tua gw. Karena sebenarnya gw juga sedang berusaha ngubah diri. Tapi kalo caranya diteken gw itu orangnya bener-bener pemberontak jadi pecuma kalo diteken, gw malah ngerasa menang kalo gw bisa ngelawan…
Hahahahah
Life is sucks!!!
Zero…
Dan tadi dia ngebahas gender gw yang beda dengan kakak-kakak gw dan ngebandingin gw dengan mereka. Apa coba!!! Cuma bikin orang tambah emosi. Udah tahu gw kayak begini dan yang ngebuat gw begini adalah dia-dia juga. Sekarang dia malah banyak bacot….
Jangan pikir gw gak tahu kalo dulu ortu gw takut dengan sifat gw yang begini gw akan suka dengan sesame jenis. Gila yah!!! Pikiran dari mana tuh… Gw juga amit-amit dah…. Jijik gw!!!
Anjir banget yah… Orang tua yang gak bisa percaya sama anak. Bahkan kadang kuping gw panas saat ortu gw ngomongin tentang salah satu kakak gw yang emang punya temen yang agak bermasalah. Dan emang kakak gw yang satu ini juga ngerokok. Tapi kan bukan berarti dia juga rusak. Bahkan nyokap gw sempet ngomong, “Rein, mama takut kakak kamu ngeganja…”
Dia bilang ngeganja. Gw langsung jawab, “GAK MUNGKINLAH!!!”
Hebat yah… Emang dari luar keluarga gw adem ayem gak keliatan ada masalah, tapi dalemnya itu keluarga gw bobrok banget. Orang tua gw ngarepin sesuatu yang terlalu tinggi terhadap anak-anaknya. Bukan membahas dari segi ekonomi, tapi dari segi pergaulan dan moral.
C’mon, no bodies perfect…
Secara umum sebenernya gw sayang sama orang tua gw yang suka aneh dan bikin eneg…
Tapi kalo boleh jujur gw juga membenci orang tua gw…
Hate to love
And love to hate them
Jadi sebenernya gw juga gak ngerti apa yang sebenernya gw rasakan. Mungkin karena itulah gw gak bis mencintai orang sepenuh hati. Gw punya kecenderungan yang bisa dibilang menjaga jarak dengan orang-orang di sekitar gw. Bahkan gw pun melakukan hal ini juga kepada teman-teman terdekat gw. Gak ada dari mereka yang bener-bener tahu permasalahan gw secara total. Gak ada sama sekali. Dan emang gw pun punya kecenderungan untuk membatasi apa yang gw katakan. Jadi bisa dibilang gw introvert.
Tapi banyak yang bilang gw bukan introvert, tapi punya cara yang berbeda dengan orang lain. Yah gw gak tahulah yang mana yang bener.
Yang gw inginkan saat ini adalah orang yang bener-bener bisa terima gw apa adanya. Dan bukannya neken gw kayak orang tua gw. Karena sebenarnya gw juga sedang berusaha ngubah diri. Tapi kalo caranya diteken gw itu orangnya bener-bener pemberontak jadi pecuma kalo diteken, gw malah ngerasa menang kalo gw bisa ngelawan…
Hahahahah
Life is sucks!!!
Zero…
Sabtu, 27 September 2008
MET LEBARAN
hahahaha
Libur yang didambakan semua anak di sekolah gw akhirnya tiba juga. Namun yang jadi kendala saat libur adalah bagaimana caranya meminta tanda-tangan dari orang tua atas hasil jerih payah kita selama setengah semester. Kadang ada respon dimana orang tua tidak bisa menerima nilai sang anak sehingga beliau tidak mau untuk memberikan sebuah guratan yang penuh arti di atas kertas raport tersebut.
Selain itu berita lain dari kelas gw. Si K udah resmi bukan menjadi anggota kelas gw lagi. Dengan begini kelas kita bisa menjadi lebih solid tanpa gangguan seorang penghancur kehidupan seperti dia.
Di sisi lain, banyak orang yang bilang gw berubah, jadi kurang antusias akan suatu yang yang dulu bisa buat gw jingkrak-jingkrak sendiri. Gw juga gak tau kenapa gw jadi begini. Tapi yang pasti memang gw sekarang jadi lebih stay cool (ciaelah) and keep funky... (what the????)
Dan sekarang gw sedang mengalami yang namanya kanker (kantong kering)... Dimana duit gw kepake terus untuk pengeluaran yang gak pernah terduga... Contoh : tiba-tiba tadi guru gw menawarkan sebuah software yang bener-bener bagus bikin gw ngiler, tapi apa daya uang tak ada. Selain itu seperti tadi saat gw jalan-jalan di sebuah toko buku di Matraman, Jakarta. Gw menemukan remake dari Sherlock Holmes... Tanpa pikir panjang gw embat tu buku. Padahal duit di kantong (gak ada kantong ding... cuma punya dompet) tinggal segitu-gitu doank *artinya udah mepet banget*
hahahaha
Libur ini penuh dengan pr....
Bisa gila gw!!!!
TC calm down...
i feel the same way with u...
Libur yang didambakan semua anak di sekolah gw akhirnya tiba juga. Namun yang jadi kendala saat libur adalah bagaimana caranya meminta tanda-tangan dari orang tua atas hasil jerih payah kita selama setengah semester. Kadang ada respon dimana orang tua tidak bisa menerima nilai sang anak sehingga beliau tidak mau untuk memberikan sebuah guratan yang penuh arti di atas kertas raport tersebut.
Selain itu berita lain dari kelas gw. Si K udah resmi bukan menjadi anggota kelas gw lagi. Dengan begini kelas kita bisa menjadi lebih solid tanpa gangguan seorang penghancur kehidupan seperti dia.
Di sisi lain, banyak orang yang bilang gw berubah, jadi kurang antusias akan suatu yang yang dulu bisa buat gw jingkrak-jingkrak sendiri. Gw juga gak tau kenapa gw jadi begini. Tapi yang pasti memang gw sekarang jadi lebih stay cool (ciaelah) and keep funky... (what the????)
Dan sekarang gw sedang mengalami yang namanya kanker (kantong kering)... Dimana duit gw kepake terus untuk pengeluaran yang gak pernah terduga... Contoh : tiba-tiba tadi guru gw menawarkan sebuah software yang bener-bener bagus bikin gw ngiler, tapi apa daya uang tak ada. Selain itu seperti tadi saat gw jalan-jalan di sebuah toko buku di Matraman, Jakarta. Gw menemukan remake dari Sherlock Holmes... Tanpa pikir panjang gw embat tu buku. Padahal duit di kantong (gak ada kantong ding... cuma punya dompet) tinggal segitu-gitu doank *artinya udah mepet banget*
hahahaha
Libur ini penuh dengan pr....
Bisa gila gw!!!!
TC calm down...
i feel the same way with u...
Rabu, 24 September 2008
Sebuah jeritan
Aku tidak tahu
sejak kapan aku tidak bisa menangis lagi
menagis karena kesedihan pribadi yang dalam....
aku sudah lupa bagaimana caranya menangis
menangis karena beban yang terlampau berat...
menangis untuk mengeluarkan semuanya....
karena terlalu sering memendamnya
menbiarkannya...
menimbunnya....
Kalau hatiku diibaratkan tanggul,
maka saat ini tanggul itu mulai retak.
tanggul itu sudah bocor
Entah sampai kapan aku sanggup menanggungnya
harus kuapakan tanggul yang sudah aku bangun sendiri?
~vermillion92
sejak kapan aku tidak bisa menangis lagi
menagis karena kesedihan pribadi yang dalam....
aku sudah lupa bagaimana caranya menangis
menangis karena beban yang terlampau berat...
menangis untuk mengeluarkan semuanya....
karena terlalu sering memendamnya
menbiarkannya...
menimbunnya....
Kalau hatiku diibaratkan tanggul,
maka saat ini tanggul itu mulai retak.
tanggul itu sudah bocor
Entah sampai kapan aku sanggup menanggungnya
harus kuapakan tanggul yang sudah aku bangun sendiri?
~vermillion92
Senin, 22 September 2008
Hari Tersial Gw!!!
18-9-08
Lebih tepatnya dua hari terakhir ini adalah hari tersial gw sepanjang gw sekolah di sebuah sekolah yang isinya itu-itu lagi (homogen). Maksud gw adalah nasib sial selalu menghampiri gw sepanjang dua hari terakhir ini. Yang pasti salah satu dari vermillion ataupun TC gak ada yang tahu, bhkan salah satu pemberi komen yang yaitu roaming phantom juga gak tau masalah ini. Karena jujur aja gw males menceritakan masalah ini secara verbal.
Semua ini dimulai akibat seseorang (U) bermusuhan dengan orang lain (K) yang membuat kelas gw yang isinya anak bahasa doank malah jadi makin ricuh. Sebenarnya masalah pribadi mereka udah selesai tapi masalahnya si K masih dendam dan paranoid ama orang lain. Jadi dia menganggap temen-temen sekelas ngomongin dia mulu (asli tuh orang kepedean banget). Nah karena itulah dia stress pergi ke sekolah dan temen-temen (gak semua sih) pada mulai ngejauhin dia.
Dan gw termasuk orang yang gak peduli masalah pribadi orang lain. Pada awalnya gw cuek-cuek aja. Namun suatu hari dimana saat masalah si K sama U belum selesai, si K sakit dan gw mau gak mau nemenin dia ke UKS. Jadilah gw nemenin dia, dan dia nangis di depan gw sambil memaki-maki si U. Padahal untuk masalah yang lagi dibahas semua itu gak murni salah U, tapi si K ini gak mau dianggep salah sama sekali. Dan jujur aja gw paling gak tega liat orang nangis di depan gw. Jadilah gw berusaha meluruskan masalah mereka bersama orang lain yaitu J. Dan akhirnya gw ma J bicarain masalah ini sama si U, dan pada akhirnya U pun ngerti keadaan dan mau sms si K untuk ngelurusin masalah (si K udah gak masuk beberapa hari ngakunya sakit padahal stress).
Setelah itu gw merasa masalah udah selesai, tapi ternyata si K malah menambah buruk keadaan yang udah diusahain dibuat sebaik mungkin sama gw n J. Dia paranoid, trauma, atau entah pengecut. Dia selalu menganggap kalo kita anak-anak sekelas gak ada yang peduli ma dia (padahal ada orang yang begitu dekat dengan dia, C, M, W, dan dia sama sekali gak menganggap mereka bertiga sebagai teman yang udah ngedukung dia sampai segitunya). Dan dia mulai berkoar-koar bakal pergi ke S’pore (maklum anak orang kaya). Padahal ketiga pendukung positif dia tetap berusaha agar dia gak melakukan keputusan gila itu.
Selain itu selama ini karena absen gw ma dia dempetan jadi mau gak mau kadang gw mesti ngobrol ma dia pas tugas-tugas tertentu. Dan selama gw ngobrol kadang dia jelek-jelekin si U padahal setelah masalah itu beres si U udah gak pernah ngebahas-ngebahas itu lagi. Dan semakin dia menguar-uar betapa ancur kelas gw gara-gara gak ada yang mau ngerti dia dan semakin dia sering ngejelek-jelekin U gw makin eneg sama dia. Bukan masalah gw benci, tapi kalo dia mang punya masalah kan gak usah sampe ngelibatin orang, tapi cara dia itu selalu berusaha ngajak orang untuk ikut jadi pendukung dia.
Yah masalah itu ditambah dengan kemaren, mobil antar jemput gw malah ketangkep polisi dan ampir dikandangin. Mati banget gak!!! Dan gw udah kesel sama dia ditambah lagi harus menghadapi kenyataan bahwa mobil hamper dikandangin. Untunglah jalan damai bisa ditempuh (Indonesia memang ramah dan bersikap kekeluargaan) semua jadi bisa diatur dengan uang cepek ribu….
Dan pada hari ini, pembicaraan di kelas gw memuncak. Gw udah berusaha untuk gak ngomongin dia. Tapi pada kenyataannya, gw sempet ngomongin dia bentar dan berusaha ngindarin kelompok yang ngomongin si K itu (pas jam kosong gitu lah, yah anggep aja jam kosong) Dan gw ngobrol ma temen gw si L. Selagi gw lagi ngobrol ma si L, tiba-tiba K mendekat dan bertanya, “Apa sih yang ngebuat lu semua ngejauhin gw?” gw menjelaskan bahwa cara dia selama ini salah. Dan dia menjawab,”Ya, gw ngerti gw salah, tapi kan lu tau kalo gw itu waktu itu lagi blablablablabla…” dan segala tetek bengek tai lainnya.
Gw masih berusaha untuk sabar dan menghindari dengan halus, tapi gw selalu mendapat jawaban,”Ya,…… tapi….. “ dan terus-menerus gw mendapat jawaban itu sampe akhirnya si L yang biasa gak mau ikut campur mulai panas dan mulai nasehatin dia juga. Karena pembicaraan itulah gw mendapat kesimpulan, dia adalah manusia dengan orak pinter tapi mental terbodoh yang pernah gw temuin. Dia menganggap semua temen sekelas (termasuk yang udah nyupport dia mati-matian meski sebel ma dia) adalah sampah. Dan gw udah berhasrat untuk meninju muka dia gara-gara dia ngomong begitu. Gw marah bukan karena gw tapi gw sakit hati karena dia menganggap sampah semua orang yang udah nyupport dia. Selain itu gw merasa bahwa dia itu menganggap bahwa masalah yang dihadapi dia saat ini adalah masalah paling besar yang ada di dunia. Dan setelah dia ngeliat M, C, dan W selalu kasihan ma dia dan mau nyupport dia, bukannya berusaha bangkit dari masalah tapi dia malah mengkasihani dirinya sendiri. Kurang gila apa dia!!!!
Sampe akhirnya, gw yang sudah kehilangan respek ma dia dan lemah sama orang yang nangis jadi kebal ngeliat dia nangis….
Jujur aja gw punya masalah yang lebih banyak daripada dia. Gw punya temen-temen yang masalahnya jauh lebih kompleks dari pada dia. Dan si K baru dapet masalah segitu doank udah mau kabur dengan cara sekolah di S’pore. Kalo mau dibilang TAIK!!! Dan dibilang PENGECUT!!! Gak bakalan gw larang karena emang gitu adanya.
Kalo dia anggep gw dan semua temen-temen gw itu sampah. Gw merasa dia adalah SAMPAH DI ANTARA SAMPAH LAINNYA…. Itu mungkin cara mengungkapkan orang seperti dia secara kasar. Tapi kalo mau dibilang emang begitu interpretasi gw terhadap dia saat ini.
Dan yang paling ANJING dari dia adalah dia menganggep nasehat temen-temen dan orang yang nyupport dia sebagai angin lalu. Dia nangis bukan karena merasa bersalah, tapi nangis mengasihani dirinya sendiri. Jadi gw udah bener-bener sebel banget sama dia. Kalo boleh jujur setelah masalah ini udah beres. Dia katanya gak mau dateng lagi ke sekolah. Gw amat bersyukur dengan keputusan dia. Gw tau ini bakal menjadi masalah yang kompleks buat wali kelas gw, tapi gw sendiri udah eneg banget ngeliat muka dia.
Yah mungkin gw terlihat jahat banget, gw udah berusaha bersikap netral tapi dia sendiri yang menunjukkan nilai minusnya di depan gw. Jadi apa boleh buat, gw sendiri mensyukuri keputusan dia yang pengecut. Dan saat ini gw gak bisa lagi menganggap dia sebagai bagian dari kelas bahasa. Karena yang membuat dia terlihat tidak sebagai bagian kelas bahasa adalah dia sendiri.
~Rein~
Lebih tepatnya dua hari terakhir ini adalah hari tersial gw sepanjang gw sekolah di sebuah sekolah yang isinya itu-itu lagi (homogen). Maksud gw adalah nasib sial selalu menghampiri gw sepanjang dua hari terakhir ini. Yang pasti salah satu dari vermillion ataupun TC gak ada yang tahu, bhkan salah satu pemberi komen yang yaitu roaming phantom juga gak tau masalah ini. Karena jujur aja gw males menceritakan masalah ini secara verbal.
Semua ini dimulai akibat seseorang (U) bermusuhan dengan orang lain (K) yang membuat kelas gw yang isinya anak bahasa doank malah jadi makin ricuh. Sebenarnya masalah pribadi mereka udah selesai tapi masalahnya si K masih dendam dan paranoid ama orang lain. Jadi dia menganggap temen-temen sekelas ngomongin dia mulu (asli tuh orang kepedean banget). Nah karena itulah dia stress pergi ke sekolah dan temen-temen (gak semua sih) pada mulai ngejauhin dia.
Dan gw termasuk orang yang gak peduli masalah pribadi orang lain. Pada awalnya gw cuek-cuek aja. Namun suatu hari dimana saat masalah si K sama U belum selesai, si K sakit dan gw mau gak mau nemenin dia ke UKS. Jadilah gw nemenin dia, dan dia nangis di depan gw sambil memaki-maki si U. Padahal untuk masalah yang lagi dibahas semua itu gak murni salah U, tapi si K ini gak mau dianggep salah sama sekali. Dan jujur aja gw paling gak tega liat orang nangis di depan gw. Jadilah gw berusaha meluruskan masalah mereka bersama orang lain yaitu J. Dan akhirnya gw ma J bicarain masalah ini sama si U, dan pada akhirnya U pun ngerti keadaan dan mau sms si K untuk ngelurusin masalah (si K udah gak masuk beberapa hari ngakunya sakit padahal stress).
Setelah itu gw merasa masalah udah selesai, tapi ternyata si K malah menambah buruk keadaan yang udah diusahain dibuat sebaik mungkin sama gw n J. Dia paranoid, trauma, atau entah pengecut. Dia selalu menganggap kalo kita anak-anak sekelas gak ada yang peduli ma dia (padahal ada orang yang begitu dekat dengan dia, C, M, W, dan dia sama sekali gak menganggap mereka bertiga sebagai teman yang udah ngedukung dia sampai segitunya). Dan dia mulai berkoar-koar bakal pergi ke S’pore (maklum anak orang kaya). Padahal ketiga pendukung positif dia tetap berusaha agar dia gak melakukan keputusan gila itu.
Selain itu selama ini karena absen gw ma dia dempetan jadi mau gak mau kadang gw mesti ngobrol ma dia pas tugas-tugas tertentu. Dan selama gw ngobrol kadang dia jelek-jelekin si U padahal setelah masalah itu beres si U udah gak pernah ngebahas-ngebahas itu lagi. Dan semakin dia menguar-uar betapa ancur kelas gw gara-gara gak ada yang mau ngerti dia dan semakin dia sering ngejelek-jelekin U gw makin eneg sama dia. Bukan masalah gw benci, tapi kalo dia mang punya masalah kan gak usah sampe ngelibatin orang, tapi cara dia itu selalu berusaha ngajak orang untuk ikut jadi pendukung dia.
Yah masalah itu ditambah dengan kemaren, mobil antar jemput gw malah ketangkep polisi dan ampir dikandangin. Mati banget gak!!! Dan gw udah kesel sama dia ditambah lagi harus menghadapi kenyataan bahwa mobil hamper dikandangin. Untunglah jalan damai bisa ditempuh (Indonesia memang ramah dan bersikap kekeluargaan) semua jadi bisa diatur dengan uang cepek ribu….
Dan pada hari ini, pembicaraan di kelas gw memuncak. Gw udah berusaha untuk gak ngomongin dia. Tapi pada kenyataannya, gw sempet ngomongin dia bentar dan berusaha ngindarin kelompok yang ngomongin si K itu (pas jam kosong gitu lah, yah anggep aja jam kosong) Dan gw ngobrol ma temen gw si L. Selagi gw lagi ngobrol ma si L, tiba-tiba K mendekat dan bertanya, “Apa sih yang ngebuat lu semua ngejauhin gw?” gw menjelaskan bahwa cara dia selama ini salah. Dan dia menjawab,”Ya, gw ngerti gw salah, tapi kan lu tau kalo gw itu waktu itu lagi blablablablabla…” dan segala tetek bengek tai lainnya.
Gw masih berusaha untuk sabar dan menghindari dengan halus, tapi gw selalu mendapat jawaban,”Ya,…… tapi….. “ dan terus-menerus gw mendapat jawaban itu sampe akhirnya si L yang biasa gak mau ikut campur mulai panas dan mulai nasehatin dia juga. Karena pembicaraan itulah gw mendapat kesimpulan, dia adalah manusia dengan orak pinter tapi mental terbodoh yang pernah gw temuin. Dia menganggap semua temen sekelas (termasuk yang udah nyupport dia mati-matian meski sebel ma dia) adalah sampah. Dan gw udah berhasrat untuk meninju muka dia gara-gara dia ngomong begitu. Gw marah bukan karena gw tapi gw sakit hati karena dia menganggap sampah semua orang yang udah nyupport dia. Selain itu gw merasa bahwa dia itu menganggap bahwa masalah yang dihadapi dia saat ini adalah masalah paling besar yang ada di dunia. Dan setelah dia ngeliat M, C, dan W selalu kasihan ma dia dan mau nyupport dia, bukannya berusaha bangkit dari masalah tapi dia malah mengkasihani dirinya sendiri. Kurang gila apa dia!!!!
Sampe akhirnya, gw yang sudah kehilangan respek ma dia dan lemah sama orang yang nangis jadi kebal ngeliat dia nangis….
Jujur aja gw punya masalah yang lebih banyak daripada dia. Gw punya temen-temen yang masalahnya jauh lebih kompleks dari pada dia. Dan si K baru dapet masalah segitu doank udah mau kabur dengan cara sekolah di S’pore. Kalo mau dibilang TAIK!!! Dan dibilang PENGECUT!!! Gak bakalan gw larang karena emang gitu adanya.
Kalo dia anggep gw dan semua temen-temen gw itu sampah. Gw merasa dia adalah SAMPAH DI ANTARA SAMPAH LAINNYA…. Itu mungkin cara mengungkapkan orang seperti dia secara kasar. Tapi kalo mau dibilang emang begitu interpretasi gw terhadap dia saat ini.
Dan yang paling ANJING dari dia adalah dia menganggep nasehat temen-temen dan orang yang nyupport dia sebagai angin lalu. Dia nangis bukan karena merasa bersalah, tapi nangis mengasihani dirinya sendiri. Jadi gw udah bener-bener sebel banget sama dia. Kalo boleh jujur setelah masalah ini udah beres. Dia katanya gak mau dateng lagi ke sekolah. Gw amat bersyukur dengan keputusan dia. Gw tau ini bakal menjadi masalah yang kompleks buat wali kelas gw, tapi gw sendiri udah eneg banget ngeliat muka dia.
Yah mungkin gw terlihat jahat banget, gw udah berusaha bersikap netral tapi dia sendiri yang menunjukkan nilai minusnya di depan gw. Jadi apa boleh buat, gw sendiri mensyukuri keputusan dia yang pengecut. Dan saat ini gw gak bisa lagi menganggap dia sebagai bagian dari kelas bahasa. Karena yang membuat dia terlihat tidak sebagai bagian kelas bahasa adalah dia sendiri.
~Rein~
Sabtu, 13 September 2008
Ada sebuah tuas sekolah yang membuat gw keriting
Dan tugas itu adalah membuat rekonstruksi sejarah masa lalu dalam bentuk drama. Dan dalam sebuah rekonstruksi, semuanya harus sesuai dengan fakta. Gak bisa diubah-ubah seenaknya. Mapus gw...
Gw udah bener-bener keriting ngerjainnya. Mana anggota kelompok gw gak ada yang mau latihan. Udahlah alamat Mampus.
Gw aja udah bela-belain ngebuat, hasilnya ya lumyan...
Tapi pala gw udah pusing liatnya.
huah.......
Btw, roaming phantom, thx ya atas komennya. gw minta komen gambar bukan komen atas seluruh isi blog!!!!!
~rein~
Gw udah bener-bener keriting ngerjainnya. Mana anggota kelompok gw gak ada yang mau latihan. Udahlah alamat Mampus.
Gw aja udah bela-belain ngebuat, hasilnya ya lumyan...
Tapi pala gw udah pusing liatnya.
huah.......
Btw, roaming phantom, thx ya atas komennya. gw minta komen gambar bukan komen atas seluruh isi blog!!!!!
~rein~
Jumat, 12 September 2008
Contoh gambar-gambar yang iseng gw buat
Out of Blue
12-9-08
Freeze
My heart freeze because of this unpleasant world
And cannot find the warm part of this world
I try to understand what happen in this world
And why all the things like these could happen
I used to think that this world is very kind
I used to afraid of death
But now
I’m just thinking to go away from this kind of life
I don’t hate this life
But I don’t have any reason to prolong this life
Can someone show me the reason?
Why I must stay alive in this kind of world
Why I must see for a way to live
To live in faithful
To live in believe
To live out of sadness
To live and to love
To live and to cry
To live for a smile
~Rein n Zero~
Freeze
My heart freeze because of this unpleasant world
And cannot find the warm part of this world
I try to understand what happen in this world
And why all the things like these could happen
I used to think that this world is very kind
I used to afraid of death
But now
I’m just thinking to go away from this kind of life
I don’t hate this life
But I don’t have any reason to prolong this life
Can someone show me the reason?
Why I must stay alive in this kind of world
Why I must see for a way to live
To live in faithful
To live in believe
To live out of sadness
To live and to love
To live and to cry
To live for a smile
~Rein n Zero~
Emptiness
11-9-08
Emptiness, pop in my mind
Just like a Jack-on-the-box
Make me shock and feel strange
Yeah, boredom is a curse.
Really messed me life.
Feel sad, lonely, bored.
Don’t know why
Just become like this in s shirt time
And I will give you a best smile in 1 second
Everyone said that I li’l bit change.
In which part???
Dunno….
I’ve been trying to become more energetic
But it’s useless
Yeah I don’t care bout anything again…
~rein~
Emptiness, pop in my mind
Just like a Jack-on-the-box
Make me shock and feel strange
Yeah, boredom is a curse.
Really messed me life.
Feel sad, lonely, bored.
Don’t know why
Just become like this in s shirt time
And I will give you a best smile in 1 second
Everyone said that I li’l bit change.
In which part???
Dunno….
I’ve been trying to become more energetic
But it’s useless
Yeah I don’t care bout anything again…
~rein~
Kamis, 11 September 2008
it's been a long time
Long time no see
yeah, have kinda lot work to do
don't have time just to sit and relax
and mya computer also broken...
hahaha what a coincidence
Okay, first i want to thank you to all who still read this page
even we haven't write anything for 3 months
second, wanna say sorry to you who still waiting for us
third, thanks God my computer now is alright
Finally, i'll tell you bout my condition now.
I feel very bored in school. I don't know the reason why. But just feel that I always in the same situation. Same thing. Nothing new. Nothing make me interesting. Just show your interest even you don't interest in anything.
my headmistres also made me angry. I just kick her butt.
I don't know why i trap in a situation like this
Don't have any reason to show interest to anything
Don't have any reason to continue life
in a simple word
I feel emptiness surrounds me...
~Rein~
yeah, have kinda lot work to do
don't have time just to sit and relax
and mya computer also broken...
hahaha what a coincidence
Okay, first i want to thank you to all who still read this page
even we haven't write anything for 3 months
second, wanna say sorry to you who still waiting for us
third, thanks God my computer now is alright
Finally, i'll tell you bout my condition now.
I feel very bored in school. I don't know the reason why. But just feel that I always in the same situation. Same thing. Nothing new. Nothing make me interesting. Just show your interest even you don't interest in anything.
my headmistres also made me angry. I just kick her butt.
I don't know why i trap in a situation like this
Don't have any reason to show interest to anything
Don't have any reason to continue life
in a simple word
I feel emptiness surrounds me...
~Rein~
Senin, 11 Agustus 2008
Sebal
Sebenernya lagi pengen nulis di blog g satu lagi
tapi ga tau knp lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgt jlnnya.
ga bisa kebuk-buka
seballlllllllll
tapi ga tau knp lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa bgt jlnnya.
ga bisa kebuk-buka
seballlllllllll
Minggu, 27 Juli 2008
Soulmate
Yes, I'm talking about love
but it's not like you think
it's not a "couple's love"
it's not Romeo & Juliet
it's not Adam & Eve
it's not Rama & Shinta
It's about something else
something better
something diffrent
something real
It's not romantic but it's a love
It's not a song but it's a melody
Missing...
Yeah,I've missed something
or maybe someone
but I'm not affraid
and not sad of it
beacause I belive
we'll never leaving each other
a heart has born beetween us
and I know, or just realized
that i've found what I want and need to find
I don't know, whether you realized it or not
I'm talking about Love.
Yes, I am
but it's not like you think
It's about loving your beloved FRIENDS
~vermillion92
but it's not like you think
it's not a "couple's love"
it's not Romeo & Juliet
it's not Adam & Eve
it's not Rama & Shinta
It's about something else
something better
something diffrent
something real
It's not romantic but it's a love
It's not a song but it's a melody
Missing...
Yeah,I've missed something
or maybe someone
but I'm not affraid
and not sad of it
beacause I belive
we'll never leaving each other
a heart has born beetween us
and I know, or just realized
that i've found what I want and need to find
I don't know, whether you realized it or not
I'm talking about Love.
Yes, I am
but it's not like you think
It's about loving your beloved FRIENDS
~vermillion92
Langganan:
Postingan (Atom)



