Minggu, 19 Juni 2011

Kau

aku tak pernah bisa mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu.

kadang kau terlalu menganggap sepele masalahmu sendiri.

kadang kau menganggap pola pikirku terlalu serius.

kadang kau mencerca kesulitan-kesulitan yang kuhadapi.

kau mencoba dewasa dengan kata-katamu.

namun bagiku kau tak lebih dari seorang anak yang terus merengek.

kau berkata kau adalah laki-laki.

namun semburat kata yang kau ucapkan seperti wanita.

tak hentinya mengeluh dan tak hentinya mencerca hidupmu.

kau pikir hanya hidupmu yang berat.

kau pikir aku tak punya masalah lain untuk aku pikirkan.

kau pikir aku senang mendengarmu bergantung padaku.

tidak sama sekali.

kadang aku bertanya, kenapa kau pernah menjadi bagian dari masa laluku.

dan bertanya sekali lagi pada diriku, kenapa kau masih bergantung padaku.

namun buat apa?

jarak dan waktu telah memisahkan kita.

kau dan aku sudah tak ada apa-apa lagi.

kenapa kau masih menaruh harap itu di pundakku.

yang ada hanya beban bagiku dan ketidakpastian bagimu.

aku tak pernah berkata aku membencimu.

namun aku tahu aku tak mempunyai apa-apa lagi yang bisa kuberikan untukmu.

Kamis, 16 Juni 2011

Bunuh saja aku

Bunuh saja aku
agar lepas segala rasa rindu ini


termakan oleh kegelapan dunia
aku masih mencerca adanya harapan
namun apa yang kugenggam
hanyalah kecupan api neraka


Bunuh saja aku
agar lepas segala duka


dari pada merampas hati
lebih baik aku hancur
lihat apa yang kupunya
selepas matahari tenggelam
semburat luka menusuk nadir


Bunuh saja aku
agar lepas kutukan ini


berjalan tanpa arah
meraih asa yang sia
apa tujuanku melangkah
saat ujungnya hanyalah jahanam

 

~rein~